*scroll down* hope you enjoy guys~
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah SMP N 2
Purworejo
Yang saya hormati Bapak Ibu guru beserta staf
karyawan
Dan yang saya sayangi teman-teman semua
Pada pagi hari yang cerah ini,
marilah kita mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita
dapat berkumpul di sini ini tanpa ada aral suatu apapun.
Bapak Ibu guru yang saya hormati,
dan teman-teman semua yang saya sayangi. Dalam rangka memperingati Hari Kartini
ke-134 ini, perkenankanlah saya berdiri di sini untuk menyampaikan semangat
emansipasi wanita yang menuntut persamaan hak antara laki-laki dengan
perempuan, yang dipelopori oleh Raden Adjeng Kartini.
Kartini adalah nama yang tidak asing
lagi bagi bangsa Indonesia, terutama kaum wanita. Kata Kartini mengingatkan
kita pada sosok seorang wanita yang berjuang demi meningkatkan harkat dan
martabat kaumnya.
Seorang Kartini kecil lahir di
Mayong, Jepara pada tanggal 21 April 1879. Beliau adalah putri Bupati Jepara,
Raden Mas Adipati Aria Susroningrat.
Berkat semangat dan ketekunannya
untuk meningkatkan peran wanita, beliau berhasil mendirikan sebuah sekolah
wanita yang mengajarkan tentang ilmu pengetahuan dan berbagai ketrampilan
wanita.
Hari Kartini senantiasa kita
peringati setiap tahunnya. Namun, hendaknya kegiatan ini tidak hanya sebagai
seremonial semata, tetapi kita mampu memaknai dari memperingati Hari Kartini.
Kita sebagai wanita, seharusnya
bangga terutama dengan semangat kartini yang mendobrak emansipasi wanita, bukan
untuk menyamai kodrat laki-laki, tetapi lebih kepada membebaskan perempuan dan
menyatakan bahwa perempuan juga memiliki hak asasi.
Perempuan tidak harus di rumah dan
hanya piawai dalam mengurus pekerjaan-pekerjaan rumah saja, tetapi juga harus
punya semangat untuk terus maju dan berkembang.
Teman-teman semua yang saya
sayangi,
Kesimpulannya, kita semua
diciptakan Tuhan YME. memiliki kesetaraan yang sama antara laki-laki dan
perempuan. Perempuan juga memiliki hak utama layaknya seorang laki-laki yakni
hak atas pendidikan, kemandirian ekonomi, dan hak untuk tidak disakiti.
Kepeloporan Raden Adjeng Kartini
wajib kita tiru dan amalkan. Kita wanita Indonesia yang telah memperoleh
hak-hak kita sebagai seorang wanita hendaknya tidak boleh semena-mena dengan
kebebasan yang telah diberikan. Kita tetap harus menegakkan kodrat sebagai
wanita. Wanita adalah lambing keluwesan, kelembutan, keindahan, dan kesopanan.
Bapak Ibu guru yang saya hormati
dan teman-teman yang saya sayangi,
Perjuangan cita Kartini belum
sepenuhnya berhasil. Masih banyak wanita-wanita Indonesia yang perlu kita
perjuangkan nasibnya. Masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita untuk
membangun kesejahteraannya.
Oleh karena itu, mari kita junjung
persamaan hak itu dengan cara memberdayakan kaum wanita untuk terlibat dalam
peran sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
Kiranya demikian hal yang dapat saya
sampaikan pada kesempatan kali ini. Terimakasih atas perhatian Bapak Ibu guru
dan teman-teman semua. Apabila ada tutur kata dan tingkah laku yang kurang
berkenan di hati mohon dimaafkan.
Wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar